Posts

Showing posts from August, 2026

[CERPEN] Iblis Datang dan Mengganggu Waktu Tidurku

Image
Malam ini si iblis datang kembali. Seperti biasa, saat malam telah begitu larut. Ketika suasana benar-benar hening dan sepi. Waktu di mana orang-orang tengah tidur dengan lelap dan menjelajah dunia mimpi. Ia muncul dengan tiba-tiba. Entah dari mana datangnya. Entah apa tujuannya.  Mungkin ia hanya bosan. Mungkin ia kesepian. Atau mungkin hanya sekedar iseng, ingin merecoki waktu istirahatku yang berharga. Meskipun begitu, sepertinya tanpa sadar aku mungkin menantikannya. Menanti hal apa yang akan dilakukannya kali ini.  Kalau diingat kembali, ini adalah kali ketiga ia mendatangiku. Rasanya sudah begitu banyak waktu berlalu sejak saat itu.  Berhari-hari…  Berminggu-minggu…  Ah, mungkin sudah berbulan-bulan yang lalu.  Saat itu aku sedang berbaring di tempat tidurku. Waktu telah menunjukkan lewat tengah malam. Aku memejamkan mataku berusaha untuk tidur. Namun sayangnya aku tetap tidak bisa tidur. Meskipun mataku tertutup rapat, telingaku menolak untuk istirah...

[CERPEN] Pergi Memancing

Image
“Mak, kepala udangnya nanti jangan dibuang ya. Mau buat umpan mancing,” pesan Yama ketika melihat ibunya tengah membersihkan udang yang akan dimasak untuk lauk makan siang. Sore ini Yama akan pergi memancing lagi. Sejak sepulang sekolah tadi ia sudah sibuk menggali-gali tanah, mencari cacing untuk dijadikannya umpan. Sayangnya hanya sedikit yang berhasil didapat. Untungnya ibunya membeli udang untuk lauk makan siang. Jadi Yama bisa menggunakan kepalanya untuk dijadikan umpan. Siapa tahu dengan umpan kepala udang tangkapannya bisa lebih baik daripada kemarin. Ia ingin membuktikan kepada teman-temannya kalau ia juga bisa menangkap ikan yang besar. Kemarin ia pergi memancing bersama teman-temannya. Sialnya di antara semua teman-temannya hanya dia seorang yang tidak berhasil mengangkat ikan besar. Hanya beberapa ikan kecil yang mau memakan umpannya. Yama menyalahkan pancing tua kepunyaan bapaknya itu. Tapi apalah daya hanya itu alat pancing yang ia punya. Ia belum punya uang untuk membeli ...

[CERPEN] Berlatih Hidup Tanpa Kepala

Image
Kira-kira dimana aku harus menaruh kepala ini? Haruskah aku meletakkannya di atas meja ini. Bukankah tempatnya cukup strategis, tepat di tengah ruangan, sangat mencolok dan mudah dijangkau dari mana saja. Jadi seharusnya ini tempat yang cocok. Tapi tunggu dulu… kepala ini kan bukan untuk dijadikan pajangan. Lagi pula kalau dari tengah meja ini bagaimana caraku mengawasi seluruh ruangan? Kan tidak ada sepasang mata lagi di belakang kepalaku. Apalagi kepalaku tentunya tidak bisa memutar dirinya sendiri. Belum lagi kalau si Hitam datang, bisa-bisa kepalaku malah dijadikannya mainan. Dia kan sering naik ke atas meja ini. Ah, kalau begitu digantung saja di gantungan lampu di atas! Tidak, tidak, itu ide yang bodoh. Memang gerakan akan jadi lebih bebas dan sudut pandang akan jadi lebih luas. Tapi dengan keadaan digantung seperti itu pasti akan sangat tidak nyaman dan kepalaku akan cepat pusing karena mudah berputar-putar atau bergoyang-goyang tanpa terkendali.  Bagaimana dengan bufet itu?...